problematika dan interaksi sosial masyarakat kopo sayati


BAB I

PENDAHUALAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Dari dimensi masyarakat itu sendiri arti dari masyarakat adalah sebuah kesatuan sosial yang didalamnya mempunyai pola hubungan atau ikatan-ikatan yang hubungannya erat menurut emile dirkham.

Masyarakat adalah suatu kumpulan dari beberapa individu dan kelompok yang mempunyai struktur sosialitasnya. Sedangkan interakasi antara masyarakat dengan masyarakat yang lain itu saling berhubungan dan membutuhkan antara satu sama lain. Sedangkan arti interaksi itu sendiri adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan natara orang-orang perorang, antara kelompok-kelompok manusia, maupun natara orang perorangan dengan kelompok manusia[1]. Dan bagaimanakah apabila interaksi sosial tidak berjalan seperti definisi tersebut? Bagaimana peranan masyaratak itu sendiri apabila ditengah-tengah mereka proses interksi sosial tidak berjalan seperti selayaknya interaksi soisal?

Melihat problematika diantara masyaratak itu sendiri saya sebagai penulis akan mencoba untuk memaparkan kanap terjadi problematikan antara masyarakat itu sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengerian masyarakat

Masyarakat adalah sebuah kesatuan sosial yang didalamnya mempunyai pola hubungan atau ikatan-ikatan yang hubungannya erat menurut Emile Dirkham. Masyarakat juga bisa diartikan sebagai sejumlah hubungan manusia yang telah sekian lama hidup bersama dan mereka menciptakan berbagai perantara pergaulan hidup[2].

Masyarakat juga adalah sebuah kesatauan antara individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok lainnya yang menghuni atau mendiami suatu wilayah tertentu dengan adanya timbal balik antara satu sama lainnya. Seperti diwilayah pedesan manglid yang mempunyai peranan timbal balik yang cukup baik. Contohnya ketika seorang warga sedang mengadakan syukuran akikahan, sebagai rasa syukur dia karna dia diberikan  seorang anak bayi. Tentangga yang berada disamping rumah ataupun yang agak lebih jauh dengan rumah warga tersebut. Akan tetapi mereka saling membantun untuk mengurus penyelaenggaraan syukuran akikahan tersebut seperti menyembelih kambing mereka saling membantu untuk megurus kambing tersebut padahal apabila kita kaitkan dengan paktor keturunan atau persaudaraan mereka itu tidak ada kaitannya hanya saja mereka mempunyai rasa solidaritas yang  sangat tingggi.

 

  1. B.     Proses Interaksi Sosial

Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial (yang dapat dinamakan proses sosial), oleh karena merupakan syarat utama terjadinya aktibitas-aktivitas sosial. Bentuk lain dari proses sosial hanya merupakan bentuk-bentuk khusus dari interaksi sosial. Interaksi sosial mereupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia[3].

Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor, antara lain: faktor imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati. Faktor-faktor tersebut akan bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan tergabung. Apabila faktor tersebut bisa bergerak, sebaiknya kita kaji lebih dalam megenai definisi faktor imtasi, sugesti, identifikasi dan simpati.

  1. Faktor imitasi

Faktor imitasi adalah cenderung meniru tingkah laku seseorang atau orang yang menerut dia sukai seperti artis, tokoh pahlawan atau sekalipun teman kerabatnya yang menurut dia sukai dalam bertinngkah laku dalam sehari-hari. Contohnya seorang remaja yang ingin menirukan gaya berpakayan dan bersolek seperti artis yang ia kagumi yang telah terjadi dilingkuanga sekitar kopo sayati sekarang. Malah sudah menjadi rumlah seorang remaja meniru gaya berpakayan dan bersolek ala artis yang ia sukai. Apahal dia tidak mengetahui dampak positif baik negati dari tindakan ia itu. Tindaka yang ia lakuakan disebut imitasi.

  1. Faktor Sugesti

Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Jadi proses ini sebenarnya hampir sama dengan imitasi akan tetapi titik tolaknya berbeda. Berlangsungnya sugesti dapat terjadi karena fihak yang menerima dilanda oleh emosi, hal mana menghambat daya berfikirnya secara rasional. Contohnya anak muda dengan gaya glamor, berpoya-poya dan selalu menyai-nyaiakn waktu, menerut dia itu adalah tindakan baik dan benar karna teman-teman disekelilingnya meneriama dengan senang hati dan tidak ada yang merasa dirugikan.  Padalah apabila kita lihat dari segi yang lain bahwa berprilaku seperti itu adalah tidak baik untuk dilakuakan.

  1.  Identifikasi

Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan fihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam dari pada imitasi, oleh karena itu kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.

 

  1. Simpati

Proses simpati sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada fihak lain. Contohnya seorang wanita merasa simpati atas meninggalnya ayah sahabatnya itu, akhirnya dia menyucapkan belasungkawa kepada sahabatnya itu. Prilaku tersebut disebut simpati.

 

  1. C.    Problematika Interaksi Sosial

Probelmatiaka sosial akan terjadi apabila diantara masyarakat itu sendiri sudah tidak ada lagi hubungan komunikasi antar satu sama lain. Seperti yang saya alami didaerah kopo sayati sebagain besar masyarakat dilingkuangan saya jarang sekali berkomunikasi antara satu sama lain. Proses interaksi diantara kami itu sangatlah sedikit dan prose timbal balik pun jarang terlihat diantara kami. Salah satu yang menyebabkan terjadinya problematika interaksi sosial diantaranya adalah:

  1. Karna banyak masyarakat pendatang dari desa kekota yang disebut urbanisasi[4] yang mengadu nasib dikota. Mereka ingin dengan datangnya kekota nasib mereka bisa berubah dengan mencari mata pencaharian.
  2. Sibuk dengan pekerjaan masing-masing (bekerja)
  3. Tidak adanya komunikasi antara individu dengan individu lainnya
  4. Poktor bangaunan yang banyak kontakan-koantakan

 

  1. D.    Cara Penanggulungan problematika interaksi sosial

Apabila diantara lingkungan disekitar kopo sayati cara interaksi dan timbal balik antar masyarakat dengan masyarakat yang lain kurang begitu baik. sebaiknya melakuakan hal-hal berikut ini:

  1. Adanya kontak sosial (social-contact)

Kata kontak berasal dari bahasa laton con atau cum (yang artinya bersama-sama) dan tango (yang artinay menyentuh),  jadi artinya secara harfiyah adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadi hubungan badaniah, oleh karena orang disaat mengadakan hubungan dengan fihak lain tanpa menyentuhnya, seperti misalnya, denga cara berbicara dengan fihak lain tersebut.

Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu:

  1. Antara orang–perorang, misalnya apabila anak keci lmempelajari kebiasan-kebiasaan dalam keluarganya. Proses demikian terjadi melalui sosialisasi (socialization), yaitu suatu proses, dimana annggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota.
  2. Antara orang perorang dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya, misalnya apabila seseorang merasakan bahwa tindakan-tindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat atau apabila suatu partai politik memaksa anggota-angtanya untuk menyesuaikan diri dengan ideologi dan programnya.
  3. Antara suatu kelompok manusia dengan manusia lainya. Umpamanya, dua partai politik mengadakan kerja sama unutuk mengalahkan partai politik yang ketiga didalam pemilihan umum. Atau apabila dua buah perusahaan banguanan mengadakan suatu kontrak untuk membuat jalan raya, jembatan dan seterusnya di suatu wilayah yang baru dibuka.

 

  1. Adanya komunikasi 

Arti terpenting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada prilaku orang lain (yang berwujud pembicaan, gerak-gerik badaniah atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ianggin disampaikan oleh orang tersebut[5].

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PENUTUPAN

 

  1. Kesimpulan

Masyarakat adalah sebuah kesatuan sosial yang didalamnya mempunyai pola hubungan atau ikatan-ikatan yang hubungannya erat menurut Emile Dirkham. Masyarakat juga bisa diartikan sebagai sejumlah hubungan manusia yang telah sekian lama hidup bersama dan mereka menciptakan berbagai perantara pergaulan hidup.

Proses interkasi sosial antar masyarakan akan terjadi apabila diantara mereka adanya proses timbal balik atau sudah memenuhi persyaratanya. Diantara  persyaratan tersebut adalah adanya kontak sisoal yang berupa alat komunikasi ataupun saling berbincang atau yang lainnya yang menimbulkan komunikasi dan adanya saling berbicara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdulsyani. 2007. Sosiologi Skematika, Teori Dan Terapan. Jakarta: Sinar Grafik Offset.

Marijanto, Bambang. 1990. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: terbit terang.

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu  Pengantar. Jakarta: rajawali.


[1] Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu  Pengantar. Jakarta: rajawali. 1990. Hlm 67.

[2] Abdulsyani. Sosiologi Skematika, Teori Dan Terapan. Jakarta: Sinar Grafik Offset. 2007. Hlm 14.

[3] Soekeanto, Soerjono. Ibid. Hlm 67.

[4] Marijanto, Bambang. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: terbit terang. 1990. Hlm 43.

[5] Soekanto, soerjono. Ibid. Hlm 71

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s