Profil Habibie


  1. Profil Habibie

BacharuddinJusufHabibie (lahir di ParepareSulawesi Selatan25 Juni 1936; umur 75 tahun). Habibiemerupakananakkeempatdaridelapanbersaudara, pasanganAlwi Abdul JalilHabibiedan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.Alwi Abdul JalilHabibielahirpadatanggal 17 Agustus 1908 di Gorontalodan R.A. Tuti Marini Puspowardojolahir di Yogyakarta 10 November 1911. Ibunda R.A. Tuti Marini Puspowardojoadalahanakseorangspesialismata di Yogya, danayahnya yang bernamaPuspowardjojobertugassebagaipemiliksekolah.B.J. Habibieadalahsalahsatuanakdaritujuh orang bersaudara.

B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.  Sebelumnya ia pernah berilmu di SMAK Dago. Ia belajar teknik mesin di Institut Teknologi Bandung tahun 1954. Pada 19551965 ia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH AachenJerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doktor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

  1. Pekerjaan Habibie

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di HamburgJerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Padatahun 1973, iakembalike Indonesia ataspermintaanmantanpresiden Suharto.

Iakemudianmenjabatsebagai Menteri Negara RisetdanTeknologi sejaktahun 1978 sampaiMaret 1998. SebelummenjabatPresiden (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999), B.J. HabibieadalahWakilPresiden (14 Maret 1998 – 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawahPresidenSoeharto.Iadiangkatmenjadiketuaumum ICMI (IkatanCendekiawan Muslim Indonesia), padamasajabatannyasebagaimenteri.

  1. Masa Kepresidenan Habibie

Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto akibat salah urus di masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. SegerasetelahmemperolehkekuasaanPresidenHabibiesegeramembentuksebuahkabinet.Salah satutugaspentingnyaadalahkembalimendapatkandukungandari Dana MoneterInternasional dankomunitasnegara-negara donor untuk program pemulihanekonomi.Diajugamembebaskanparatahananpolitikdanmengurangikontrolpadakebebasanberpendapatdankegiatanorganisasi.

Pada era pemerintahannya yang singkatiaberhasilmemberikanlandasankokohbagi Indonesia, padaeranyadilahirkan UU Anti Monopoliatau UU PersainganSehat, perubahan UU PartaiPolitikdan yang paling pentingadalah UU otonomidaerah. Melaluipenerapan UU otonomidaerahinilahgejolakdisintergrasi yang diwarisisejak era OrdeBaru berhasildiredamdanakhirnyadituntaskan di era presidenSusiloBambangYudhoyono, tanpaadanya UU otonomidaerahbisadipastikan Indonesia akanmengalaminasibsamaseperti UniSovietdan Yugoslavia.

  1. Konsep Politik ditinjau dari Kekuasaan
    1. Definisi Kekuasaan

Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi.[1]

  1. Sifat Kekuasaan

Awal keberhasilan gerakan reformasi ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto dan kursi kepresidenan dan digantikan oleh wakil presiden Prof Dr. BJ. Habibi  pada tanggal 21 Mei 1998. Pemerintahan Habibie  inilah yang merupakan pemerintahan transisi yang akan membawa  Indonesia untuk melakukan reformasi secara menyeluruh serta menata system ketatanegaraan  yang lebih demokratis dengan mengadakan perubahan UUD 1945  agar lebih sesuai dengan tuntutan zaman.

Penyelenggara Negara yang menyimpang dari ideology Pancasila dan mekanisme UUD 1945 telah mengakibatkan ketidak seimbangan  kekuasaan diantara lembaga-lembaga Negara. Penyelenggara Negara semakin jauh dari cita-cita demokrasi dan kemerdekaan. semua itu ditandai dengan berlangsungnya system kekuasaan yang bercorak absolute karena wewenang dan kekuasaan presiden berlebihan yang melahirkan budaya korupsi, kolusi dan nepotisme sehingga terjadi krisis muldisimensional pada hamper seluruh aspek kehidupan.

Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.

Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik dilepaskan. Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan dibebaskan, tiga hari setelah Habibie menjabat. Tahanan politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman Sudjatmiko dan beberapa petinggi Partai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik, tahanan politik baru muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah atau menghina kepala negara. Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang terjerat pelanggaran HAM tak bisa dilangsungkan karena kuatnya proteksi politik. Bahkan, sejumlah perwira militeryang oleh Mahkamah Militer Jakarta telah dihukum dan dipecat karena terlibat penculikan, kini telah kembali duduk dalam jabatan struktural.

Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie, seperti liberalisasi parpol, pemberian kebebasan pers, kebebasan berpendapat, dan pencabutan UU Subversi. Walaupun begitu Habibie juga sempat tergoda meloloskan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya, namun urung dilakukan karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yang menewaskan mahasiswa UIYun Hap.

Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia.[2]

  1. Hasil Kekuasaan

Langkah-langkah yang dilakukan BJ Habibie di bidang politik adalah:

  1. Memberi kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasinya sehingga banyak bermunculan partai-partai politik baru yakni sebanyak 48 partai politik
  2. Membebaskan narapidana politik (napol) seperti Sri Bintang Pamungkas dan Mochtar Pakpahan
  3. Mencabut larangan berdirinya serikat-serikat buruh independen
  4. Membentuk tiga undang-undang yang demokratis yaitu :
    1. UU No. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik
    2. UU No. 3 tahun 1999 tentang Pemilu
    3. UU No. 4 tahun 1999 tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR
    4. Menetapkan 12 Ketetapan MPR dan ada 4 ketetapan yang mencerminkan jawaban dari tuntutan reformasi yaitu :
      1. Tap MPR No. VIII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap No. IV/MPR/1983 tentangReferendum
      2. Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap MPR No. II/MPR/1978 tentang Pancasila sebagai azas tunggal
      3. Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap MPR No. V/MPR/1978 tentang Presiden mendapat mandat dari MPR untuk memiliki hak-hak dan Kebijakan di luar batas perundang-undangan
      4. Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang Pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden maksimal hanya dua kali periode.

Dua belas (12)ketetapan MPR antara lain :

  1. Tap MPR No. X/MPR/1998, tentang pokok-pokok reformasi pembangunan dalam rangka penyelematan dan normalisasi kehidupan nasional sebagai haluan negara.
  2. Tap MPR No. XI/MPR/1998, tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme
  3. Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia
  4. Tap MPR No. XV/MPR/1998, tentang penyelenggaraan Otonomi daerah
  5. Tap MPR No. XVI/MPR/1998, tentang politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi
  6. Tap MPR No. XVII/MPR/1998, tentang Hak Asasi Manusia (HAM)
  7. Tap MPR No. VII/MPR/1998, tentang perubahan dan tambahan atas Tap MPR No. I/MPR/1998 tentang peraturan tata tertib MPR
  8. Tap MPR No. XIV/MPR/1998, tentang Pemilihan Umum
  9. Tap MPR No. III/V/MPR/1998, tentang referendum
  10. Tap MPR No. IX/MPR/1998, tentang GBHN
  11. Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pemberian tugas dan wewenang khusus kepada Presiden/mandataris MPR dalam rangka menyukseskan dan pengamanan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila
  12. Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).[3]

Di bidang ekonomi, ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. Selain itu, ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian. Untuk menyelesaikan krisis moneter dan perbaikan ekonomi Indonesia, BJ Habibie melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Melakukan restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPPN dan unit Pengelola Aset Negara
  2. Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah
  3. Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di bawah Rp. 10.000,00
  4. Membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri
  5. Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF
  6. Mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat
  7. Mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen[4]

a)      Pandangan Negatif terhadap Kekuasaan Habibie

Salah satu kesalahan yang dinilai pihak oposisi terbesar adalah setelah menjabat sebagai Presiden, B.J. Habibie memperbolehkan diadakannya referendum provinsi Timor timur (sekarang Timor Leste), ia mengajukan hal yang cukup menggemparkan publik saat itu, yaitu mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih merdeka atau masih tetap menjadi bagian dari Indonesia. Pada masa kepresidenannya, Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi negara terpisah yang berdaulat pada tanggal 30 Agustus 1999. Lepasnya Timor Timur di satu sisi memang disesali oleh sebagian warga negara Indonesia, tapi disisi lain membersihkan nama Indonesia yang sering tercemar oleh tuduhan pelanggaran HAM di Timor Timur.

Kasus inilah yang mendorong pihak oposisi yang tidak puas dengan latar belakang Habibie semakin giat menjatuhkan Habibie. Upaya ini akhirnya berhasil dilakukan pada Sidang Umum 1999, ia memutuskan tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.

PandanganterhadappemerintahanHabibiepada era awalreformasicenderungbersifatnegatif, tapisejalandenganperkembanganwaktubanyak yang menilaipositifpemerintahanHabibie.[5]

b)      Pandangan Positif terhadap Kekuasaan Habibie

Salah pandanganpositifitudikemukanoleh  L. MisbahHidayat Dalambukunya ReformasiAdministrasi: KajianKomparatifPemerintahanTigaPresiden.

Visi, misidankepemimpinanpresiden Habibie dalammenjalankan agenda reformasimemangtidakbisadilepaskandaripengalamanhidupnya.Setiapkeputusan yang diambildidasarkanpadafaktor-faktor yang bisadiukur.Makatidakherantiapkebijakan yang diambilkadangkalamembuat orang terkaget-kagetdantidakmengerti.BahkansebagiankalanganmenganggapHabibieapolitisdantidakberperasaan.PolakepemimpinanHabibiesepertiitudapatdimaklumimengingatlatarbelakangpendidikannyasebagaidoktor di bidangkonstruksipesawatterbang.Berkaitandengansemangatdemokratisasi, Habibietelahmelakukanperubahandenganmembangunpemerintahan yang transparandandialogis.Prinsipdemokrasijugaditerapkandalamkebijakanekonomi yang disertaipenegakanhukumdanditujukanuntukkesejahteraanrakyat.Dalammengelolakegiatankabinetsehari-haripun, Habibiemelakukanperubahanbesar.Iameningkatkankoordinasidanmenghapusegosentismesekotralantarmenteri. SelainitusejumlahkreativitasmewarnaigayakepemimpinanHabibiedalammenanganimasalahbangsa. Untukmengatasipersoalanekonomi, misalnya, iamengangkatpengusahamenjadiutusankhusus. Dan pengusahaitusendiri yang menanggungbiayanya.Tugastersebutsangatpenting, karenasalahsatukelemahanpemerintahadalahkurangmenjelaskankeadaan Indonesia yang sesungguhnyapadamasyarakatinternasional.Sementaraitupers, khususnyapersasing, terkesanhanyamengeksposberita-beritanegatiftentang Indonesia sehinggatidakseimbangdalampemberitaan.

  1. Kesimpulan

Prof.Dr.Ing.H.Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan nomor satu di tanah air ini dalam hal fisika mekanika perkapalan. Pada masa akhir pemerintahan Presiden Soeharto, beliau dipanggil untuk mendampinginya menjadi wakil Presiden ketika itu.

Pada bulan mei 1998, terdapat demo besar-besaran diseluruh pelosok NKRI yang bertujuan agar supaya Presiden Soeharto segera menanggalkan jabatannya sebagai Presiden. Maka Wakil Presiden Habibie langsung menggantikan posisi Kepresidenan RI.

Dimasa pemerintahannya masih terdapat kemelut dari rakyat bahwa Presiden Habibie adalah salah satu boneka orba walaupun telah berganti kepada negara yang bersistem repormasi. Kemudian dengan dilepaskannya Timor timur dari NKRI, telah menjadi tanda ketidakprofesionalan diri Habibie.

Habibie mengalami berbagai tekanan baik itu dari pemerintahan untuk mengatur negara yang intinya di bidang politik dan ekonomi. Serta tekanan dari dalam yaitu rakyat indonesia yang masih berpandangan bahwa Habibie tidak melaksanakan repormasi sepenuhnya.

Daftar Pustaka

Budiardjo, Miriam. 2000. Dasar-dasarIlmuPolitik. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Feri, Indratno. 2008. Sejarah SMA kelas XII IPA. Jakarta : Grafindo

Hidayat, Misbah. 2007. ReformasiAdministrasi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Isjwara. 1978. Pengantar Ilmu Politik. Jakarta : Bina Cipta

Sumawinata, Sarbini.2004. PolitikEkonomiKerakyatan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama


[1]Budiardjo, Miriam. 2000. Dasar-dasar Ilmu Politik. Hal 35

[2] Feri, Indratno. 2008. Sejarah SMA kelas XII IPA. Hal 42

[3]Hidayat, Misbah. 2007. Reformasi  Administrasi. Hal 51

[4]Ibd. Hal 54

[5]Sumawinata, Sarbini.2004.Politik Ekonomi Kerakyatan. Hal 42

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s