Filsafat, ilmu, dan agama


Filsafat dan  ilmu

“Pengertian Filsafat “

Pengertian filsafat dapat dilihat menjadi beberapa sudut pandang, seperti yang akan dipaparkan disini:

a)      Filsafat secara Bahasa {Etimologi}

Filsafat secara bahasa (Etimologi), yaitu berpikir. Dan berfilsafat yaitu berendah hati mengevaluasi segenap pengetahuan yang telah kita ketahui[1]).

 

b)      Filsafat diartikan sebagai Sikap

Filsafat bisa dikatakan sebagai sikap apabila kita atau manusia yang sedang berpikir itu bisa dikatakan sedang berfilsafat karena berpikir secara mendalam.

Manusia                    challeng

 

                  Filosof

 

c)      Filsafat secara Metode

Yaitu berpikir atau merenung secara mendalam (Reflektif) sampai kepada sebab terakhir.

Filsafat secara metode ini di hubung-hubungkan dengan kelemahan orang muslim yang lemah karena mereka tidak mengikuti kemajuan berfikir orang-orang barat ini semua dikemukakan oleh Muhammad Abduh.

Sedangkan menurut para ulama mengatakan bahwa umat muslim tidak maju itu dipengaruhi oleh kebodohan.

Serta ada yang mengatakan bahwa umat muslim bisa terbelakang atau tidak maju seperti itu karena kemiskinan dan keyakinan.

Dan filsafat secara Metode dapat dibagi menjadi dua yaitu:

  Inklusif (bersikap luas)

  Sinopsis.

 

d)     Filsafat secara Teori

Merupakan filsafat atau pemikiran yang bisa di dekriptifkan seperti yang tertuang dalam buku.

 

e)      Analisis logis tentang ada

Pengertian “ada” sangat berbeda arti apabila sandarkan dengan bahasa yang berbeda. Yang mana perbedaan itu bisa menghasilkan filsafat.

Contohnya:

Ada

 

 
   

 

 

 

Allah    Alah    Manusia   Bintang    Logis   Komunikasi   Opini

 

f)       Filsafat dalam usaha masyarakat

 

“Ilmu”

Ilmu merupakan pengetahuan yang tersusun secara sistematis. Sedangkan kumpulan ilmu adalah pengetahuan. Bisa dikatakan Ilmu Pengetahuan apabila sudah memenuhi syarat-syaratnya seperti:

Fakta             Generik              Hipotesis             Teori             Ilmu Pengetahuan

 

 

 

  • Ø Syarat-syarat ilmu sebagai berikut:
  1.  Ilmu harus Objektif

Kesesuaian antara objek dengan pengetahuan. Sedangkan Subjektif adalah ketidak sesuaian antara objek dengan pengetahuan yang bisa di rekayasa oleh manusia.

 

  1. Ilmu harus Rasional

Sebab – Akibat yang tidak melibatkan emosi.

 

  1. Mempunyai Metode

Serangkaian fakta sampai membentuk Ilmu.

 

  • Ø Dalam ilmu terdapat tiga aspek yang harus ada, yaitu:
  1. a.  Ontologi

Yang termasuk ontologi dalam aliran filsafat adalah Idealis dan Materialis.

 

b. Epistimologi

Sedangkan di dalam epistimologi aliran filsafatnya adalah Rasionalisme (menggunakan pikiran), Empirisme (menggunakan pengalaman) dan Positivisme (menggunakan pikiran dan penglaman).

 

  1. c.  Aksiologi

–       Hedonisme {menggunakan kenikmatan}

–       Utilitarisme {menggunakan nilai guna atau manfaat}

–       Vitalisme {menggunakan kekuatan}

–       Individualism {untuk diri sendiri}

–       Pragmatism {mempunyai nilai guna, unik dan bermanfaat}.

 

 

 

Pengetahuan, Ilmu dan Agama

“ilmu”

Pengetahuan  mempunyai syarat-syarat tertentu, yaitu:

1)      Konsep;

2)      Objek atau Materi;

3)      Keyakinan.

Selain itu, juga pengetahuan terbagi menjadi dua, seperti di bawah ini:

ü  Pengetahuan langsung

Pengetahuan ini memiliki Persepsi dan Intropeksi. Yang mana introspeksi ini merupakan hal yang terpenting dalam pengetahuan.

ü  Pengetahuan tidak langsung

Sedangkan dalam pengetahuan tidak langsung terdapat Konklusi {Kesimpulan} dan Otoritas {Kewibawaan dalam pengetahuan}.

Sedangkan menurut Imam Ghozali pengetahuan dapat di capai dengan cara:

1)      Mengandalkan pengetahuan zohir;

2)      Menggunakan Filsafat;

3)      Mencapainya dengan Musahadah.

 

Agama

Syaratnya suatu Agama adalah:

1)      Ghaib;

2)      Ritual;

3)      Prilaku.

“pengetAHUAN”

PENGETAHUAN

ASPEK-ASPEK

ILMU

FILSAFAT

AGAMA

OBJEK

Alam dan empiris

Metafisika

Metafisika

KAJIAN

Ilmiah

Rasional

Latihan

PENGETAHUAN

Empirik

Logis/spekulatif

Yakin

 


[1]. Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu sebagai pengantar  popular ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1996), hlm 20.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s