DOKTRIN MUTAZILAH


A.DOKTRIN MUTAZILAH

Mutazilah memiliki lima ajaran utama (ushul-al-khamsah) dan meriupakan lima doktrin resmi  yang harus dianut oleh pengikutnya :

  1. Al-Tawhid

Tuhan adalah maha Esa menurut ibn Ahmad (1965-196) “Ini mendorong  pada sifat Tuhan (sifat dzatiyyah) dan sifat-sifatnya yang merupakan sifat fi’liyah”.

  1. Al-adil

Tuhan dalam pandangan mutazilah tidak berbuat jahat,bahkan ia tidak mampu bebuat keburukan sebab perbuatan tersebut terlahir dari orang atau sesuatu yang bersifat tidak sempurna.Paham keadilan inipun menjadi titik tolak bagi pemikiran rasional mutazilah seputar kebebasan manusia dalam berkehendak dan perbuatannya yang berakibat pada tanggung jawab yang harus dipikulnya sebab adanya kebebasan tadi.

  1. Al-wadu wal al wa’id

Maksud dari terminology ini (al-wadu wal al wa’id :janji dan ancaman).Menurut mazruah (1991:122) “Adapun paham mutazilah tentang al-wadu wal al-waid,Tuhan berkewajiban melaksanakan semua janji dan ancaman yang telah difirmankannya”. Tuhan tidak adil bila memasukan pendosa ke surga dan memasukan orang beramal shaleh ke neraka.

  1. Al-manzilah baina maudzilatayu

Artinya bahwa orang yang berbuat dosa besar menempati tempat khusus,tidak kafir dan  tidak mukmin. Mukmin adalah possisi teratas harus yang dilalui dengan syahadah dan dipelihara dengan tidak melakukan dosa besar. Posisi tengah ditempati orang mengucapkan “syahadattain” tetapi melakukan dosa besar dan meninggal sebelum bertaubat inilah keadilan menurut mutazilah.

  1. Al-Ammar bil al ma’ruf  wa al-nahi An-amunkar

Mutazilah sangat memperhatikan perilaku, sebab iman harus dibuktikan dengan perbuatan baik, orang yang mengaku beriman tetapi tidak dibuktikan dengan perbuatan nyata, tetap terancam neraka. Ada bebrapa syrat yang harus dipenuhi  seorang mikmin dalam amal ma’ruf nahi munkar yaitu:

  1. Ia harus mengetahui perintah itu dengan jelas ma’ruf dan nahi itu jelas munkar
  2. Ia mengetahui kemungkaran itu nyata dilakukan orang
  3. Ia menegetahui perbuatan amal ma’ruf atau nahi munkar tidak akan membuat madarat                          yang  lebih besar
  4. Ia mengetahui atau menduga tindakannya tidak berbahaya bagi diri dan hartanya.

B.KRITIK ATAS DOKTIN MUTAZILAH

Rasionalisme  yang dibawa mutazilah bukan rasionalisme yang menentang agama,bukan menolak kebenaran dan menolak keabsolutan wahyu, melainkan rasionalisme yang tunduk bahkan menguatkan kebenaran wahyu. Manusia diberi kebebasan untuk memilih perbuatan baik maupun buruk yang harus pertanggungjawabkan di akhriat. Ajaran kebebasan rasionalisme tanggungjawab manusia yang bersifat religious inilah telah mewarna pemikiran masyrakat muslim klasik sebaiknya diteladani oleh masyrakat modern dengan beberapa interpretasi baru agar dapat membumi dalam setiap persoalan hidup dan kehidupan.

Masyarakat moderen memerlukan suatu suatu pemecahan masalah, yang sesuai dengan generasi baru yang terlibat langsung arus perubahan dalam hidup keseharian Tomas S. Khun berpendapat

Bahwa peruses perkembangan ilmu pengetahuan manusia tidak dapat terlepas dari normal science dan revolutionary science semua ilmu pengetahuan yang telah tertulis dengan textbook adalah termasuk dalam wilaah normal science. Dalam wilayah normal science terdapat anomalis-anomalis (persoaln –persoalan) pelik, keganjilan, penyimpangan, ketidatepatan, ganjalan-ganjalan yang sering tidak diketahui oleh para pelaksana di lapangan dalam revolusi science,hampir semua konsep idrom, cara penyelasaian metodologi dan cara berpikir berubah dengan sendirinya. Anomais yang terdapat dalam ilmu kalam tidak hanyadidasari oleh ulama-ulama dewasa ini, Al-ghazali 1058-1111. Secara tidak langsung menolak ilmu kalam, tapi ia menggaris bahawi keterbatasan menurutnya ilmu kalam tetapi tidak dapat mengantarkan manusia mendekati tuhan tetapi kehidupan sufilah yang dapat mengantarkan seseorang dekat dengan tuhanya,

Dengan mengemukakan sebuah hadist tafakaru fiikhalqillah, walaa tafaqaruu fii dzatillah. Menurut M Abduh “objek penelaahan dan penelitian alam pikiran manusia.pada dasarnya adalah segala macam phenomena yang ditemui dalam kehidupanya as`ariyah menolak menggunakan cara dan pola piker yunani dalam mempertahankan dan mendefinisikan pemahaman ortodoksi islam mu`tazilah sebaliknya terlalu jauh biersandar pada akal yang akibatnya mereka timisahan dak menyadari bahwa dalam wilayah pengetahuan agama.Pemisahan antara pemikiran keragamaan dari pengalaman adalah merupakan kesalahan besar.

Dalam  kehidupan terdapat dua ajaran kuat yang berhubunngan dengan perubahan pemikiran:

  1. Hubungan antara kehidupan dunia dan akhirat,ada kelompok yang menganggap  bahwa kehidupan lebih penting daripada kehidupan akhirat,adpula yang beranggapan bahwa kehidupan dunia lebih penting daripada kehidupan akhirat yang lebih penting daripada kehidupan dunia.
  2. Ajaran yang berhubungan antara nasib dan manusia bagi kelompok yang beranggapan bahwa kehidupan dunia lebih penting maka pemahaman ini akan mendorong produktivitas dan bagi kelompok yang mengganggu bahwa perbuatan manusia tidak dapat diciptakan Allah maka pr,oduktivitasnyapun akan tinggi  juga.

Priode kelasik (650-1250 ) merupakan masa dalam pengembangan teologi sunatuallah memiliki karakteristik sebagai berikut :

– kedudukan akal yang tinggi

– kebebasan manusia dalam kemampuan dan perbuatan

– kebebasan berfikir hanya diikat oleh ajaran ajaran dasar dalam al qur`an dan asunah yang sedikit sekali jumlahnya

– percaya adanya sunatuallah dan kausalitas

– mengambil arti metaporis dan teks wahyu

–  dalam sikap dan berfikir

Pada priode ini pemikiran rasional sangat berkembang disebabkan dua factor:

–          Pertautan teologi sunatuallah dengan screen dan filsafat yunani

–          Orintasi klasik tidak hanya akhirat saja,terdapat banyak saksi sejarah membuktikan kemajuan ekonomi,politik,yang didorong oleh teologi sunatuallah.

Zaman pertengahan (dalam priode sejarah islam  )

Merupakan era kemunduran umat islam,satu persatu wilayah umat islam tertidur nyenyak,sementara barat melalui Andalusia menyerap keilmuan untuk islam pada zaman klasix,antara lain umat islam menutup rapat-rapat ijtihad dan mencakup pada ilmu pada ilmu yang dihasilkan pada ulama terdahulu.di barat beerkembang averiosm yang membawa pikran rasional  filosof ibn Rosyid.

Pada abad ke-19 dimana barat yang dulu mundur dan belajar pada islam dan sekarang maju padadunia islam.ketinggalan inilah yang mengakibatkan umat islam meraskan rasa sakit hati yang mendalam.Barat yang dulu dikalahkan dan sekarang mengalahkan umat islam.Untuk mengembalikan kebangkitaj islam seperti zaman sebelum pertengahan,maka umat islam harus kenbali menghidupkan teologi sunatullah.Pada zaman klasik dengan pemikiran rasional filosofis dan ilmiah dan dibantu oleh perkembangan ilmu penngetahuan yang telah dicapai barat ini nisacya umat islam akan kembali bangkit.

M.iqbal melihat dua sumber pemikiran islam yang menurutnya sebagai berikut:

1          sumber statis:Al-Qur’an & hadits

  1. sumber dinamis yakni ijtihad

Kalau mutazilah muncul akibat ‘kedudukan” sang pendosa syi’ah muncul akibat  “pembelaan” akan possisi ahl-at-bait,maka tantangan umat islam sekarang sangat sudah berbeda. Sebagaimana kata M.iqbal bahwa hidup ini dipenuhi perubahan,maka ilmu pengetahuan modern harus menjawab tantangan itu baik local maupu gglobal,dan untuk itu pula diperlukan keberanian berijtihad tidak hanya dalam lapangan agama.Tetapi dalam berbagai persoalan hidup dan kehidupan.

Ws Rohanda & Dadan Firdaus : 2010 ilmu kalam untuk mahasiswa.Bandung: najwa pers

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s